Dullah

Dullah

54 Karya

[show full text +] [hide text -]
Dullah mulai melukis bersama Affandi dan Sudjojono. Pada akhir dekade 1940 – an , ia mendokumentasi sejarah revolusi dan perjuanganmenuju kemerdekaan melalui lukisan-lukisannya. Saat Yogyakarta di ambil alih belanda pada 1949, ia memimpin muridnya untuk melukis kejadian-kejadian dalam perjuangan kemerdekaan. Dullah dikenal sebagai pelukis potret. Ia merupakan pelukis Istana sejak 1950-an yang menyusun buku lukisan-lukisan koleksi Istana Presiden Soekarno yang diterbitkan pertama kali pada 1956. Dullah merupakan salah satu pendiri Himpunan Budaya Surakarta. Ia juga sempat memimpin kelompok seniman Sanggar Pejeng di Bali. Ia berpameran di Indonesia dan di luar negeri, termasuk pameran tunggal di Melbourne, Australia pada 1977. Pada 1988, ia membuka museum pribadinya di Solo yang masih berdiri hingga hari ini.
Sumber : Tim Riset Singgasanaseni.org