Sumardi
Sumardi
10 Karya
[show full text +]
[hide text -]
Ia menyelesaikan sekolah Belanda di Solo pada 1937. Sumardi bekerja secara profesional sebagai pelukis, terutama untuk gambar- gambar potret. Di saat pelukis Amerika, W. Stoyed, berkunjung di Kraton Kasunanan Surakarta mengunjungi 1938, ia bertugas sebagai asisten pelukis untuk menggambar sejumlah potret keluarga kraton. Dari pelukis asing inilah Sumardi belajar tentang lukisan gaya realisme Eropa sebagai bagian dari perihal teknik menggambar manusia.
Sumardi lalu dikenal sebagai pelukis realistik dengan pendekatan romantik (pengambilan sudut yang dramatik). Banyak sekali lukisan- lukisan yang bertema potret perempuan, dilukis dengan berkebaya tradisi Jawa. Goresannya lembut dan warna-warnanya memberi aksentuasi khas, dipengaruhi kesan cahaya yang masuk pada tubuh sang figur. Lukisan-lukisan potret perempuan Jawa ini menjadi identitasnya yang paling kuat.
Sebagian karya-karyanya telah menghiasi dinding Istana Presiden Republik Indonesia. Salah satunya adalah karya yang masuk dalam buku koleksi Presiden Sukarno buku IV 1957. Karya Putri Solo dan Gadis Mengurai Rambut, Wanita di Pantai Laut, dan Wanita Pakai Selendang Hijau menjadi koleksi Sukrano. Ia sering menggelar pameran bersama di Solo, Semarang, Surabaya, dan Jakarta, terutama di bawah naungan kelompok Himpunan Budaya Surakarta (HBS). Di samping itu, karya- karyanya juga kerap menghiasi sampul majalah Varia di dekade 1960-an.
Sumber :
Sumber :