Wakidi

Wakidi

3 Karya

[show full text +] [hide text -]
Pelukis naturalis Indonesia yang hidup di era Mooi Indie ini, lahir di Plaju, Palembang Sumatera Selatan, pada tahun 1889. Orang tuanya berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Mulai melukis sejak usia 10 tahun. Semasa kecil senang menggambar ulang karya-karya Raden Saleh Syarief Bustaman yang diperoleh melalui buku-buku, majalah atau foto-foto. Inilah yang menyebabkannya akrab dengan dunia seni lukis. Mendapat pendidikan seni lukis di Kweekshool Bukittinggi, Sumatera Barat, dan sempat belajar dengan pelukis Belanda bernama Van Dick di sekolah tersebut. Setelah selesai, kemudian menjadi guru di almamaternya. Karya-karya Wakidi dikenal luas oleh publik penikmat seni di Sumatera Barat, manakala pelukis ini untuk pertama kalinya memamerkan tidak kurang dari 15 karyanya pada tahun 1920 di Bukittinggi. Saat perang kemerdekaan berkecamuk di Ranah Minang, Wakidi memilih menetap dan mengajar di INS Kayutanam, pimpinan Mohammad Syafei. Setelah Republik Indonesia merdeka, ia mengajar di SMA Landbouw dan SMA Birugo Bukittinggi. Selain itu banyak pula tawaran yang datang kepada pelukis Wakidi, diantaranya dari Abu Hanifah, Menteri Pendidikan dan Pengajaran, menawarinya untuk menjadi kepala jawatan kebudayaan, bahkan presiden RI pertama Soekarno pernah pula menawarinya sebagai pelukis istana, semua ditolak secara halus dengan alasan banyak menyita waktunya untuk melukis.
Sumber :