Kartono Yudhokusumo
Kartono Yudhokusumo
2 Karya
[show full text +]
[hide text -]
Kartono semasa kecil pindah ke Jakarta dan pertama kali dibimbing melukis oleh ayahnya, Yudhokusumo, lalu oleh Chiyoji Yazaki (1934), Charles Sayers (1935), Willem Bosschaert (1936), Ernest Dezentjé (1937), Bernhard Rutgers (1938), dan T. Akatsuka (1942). Melalui perupa-perupa ini, ia mengenal karya pelukis Henri Rousseau yang sangat mempengaruhi karya-karyanya. Tahun 1943, dalam masa penjajahan Jepang, Kartono memenangkan hadiah utama dari Poesat Tenaga Rakjat (POETERA). Sesudah kemerdekaan, Kartono pindah ke Yogyakarta dan pada 1946 aktif di kelompok Seniman Indonesia Muda (SIM). Tahun 1951 pindah ke Bandung, mendirikan Studio Sanggar Seniman.
Sumber :
Sumber :