Nyoman Gunarsa

I Nyoman Gunarsa

1 Karya

[show full text +] [hide text -]
I Nyoman Gunarsa adalah salah maestro seni lukis klasik dari Bali. Karya Lukisannya di dasari oleh cerita rakyat Bali, dan legenda Hindu Dharma. Hal tersebut yang membuat gaya melukisnya berbeda dari yang lain. Karya-karyanya berdasarkan eksplorasinya dari kesenian Bali, seperti tarian tradisional, musik tradisional, upacara keagaman, dan keanekaragaman lingkungan yang mempengaruhi banyak seniman yang berasal dari Bali dan Indonesia. Kesuksesan yang diraihnya tidak didapat dengan mudah, ia meraihnya dengan penuh perjuangan. Pada tahun 1950, ketika demam gaya ekspresionis melanda para alumni institut tersebut, Nyoman Gunarsa telah terlebih dahulu mendalaminya. Setelah melewati masa realisme, akhirnya ia memilih gaya melukis abstrak ekspresionis dan menjadikan Bali sebagai tema utama karya-karyanya. Selama menjalani karir sebagai pelukis, Gunarsa telah melewati berbagai tahapan dalam melukis. Wayang kulit Abu Aringgit adalah salah satu yang mendominasi tema dalam lukisannya. Inteprestasinya berdasarkan insting dan sapuan garis, titik dan warna yang menghasilkan gambar dengan sentuhan estetik. “Saya melukis garis sebagaimana saya bernyanyi, saya meletakkan warna sebagaimana saya menari”, katanya. Nyoman Gunarsa berkarya berdasarkan inspirasinya akan penari Bali, ia menyebut gaya lukisannya sebagai ruang dan gerak. Biasanya ia melukis menggunakan cat minyak dan juga cat air. Hasil karyanya memperlihatkan kebebasan, baik dalam garis dan warna, objek yang biasa dapat menjadi luar biasa setelah melalui tangan Gunarsa.
Sumber :